KEHIDUPAN MASYARAKAT 5.0

Jurnalistik Kamis, 21/02/2019 Utama 342 hits

Dalam beberapa tahun terakhir Jepang telah menggagas perkembangan kehidupan masyarakat. Inovasi

Jepang ini ditekankan pada penggunaan kemajuan teknologi. Pemerintah Jepang menyebutnya dengan

Society 5.0.

Masyarakat 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan

berbasis teknologi (technology based) yang dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai

pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia.

Inovasi dalam Masyarakat 5.0 akan mencapai masyarakat berwawasan ke depan yang memecah rasa

stagnasi yang ada. Masyarakat yang anggotanya saling menghormati satu sama lain, dan masyarakat di

mana setiap orang dapat memimpin kehidupan yang aktif dan menyenangkan.

Di Masyarakat 4.0, praktik umum adalah mengumpulkan informasi melalui jaringan dan menganalisisnya

oleh manusia. Namun, dalam Masyarakat 5.0, orang, benda, dan sistem semuanya terhubung di dunia

maya dan hasil optimal yang diperoleh oleh AI melebihi kemampuan manusia diberi feedback ke ruang

fisik. Proses ini membawa nilai baru bagi industri dan masyarakat dengan cara yang sebelumnya tidak

mungkin.

Konsep yang dalam Society 5.0 ini mengusung keseimbangan dalam 5 unsur utama yang ada dalam

kehidupan seorang manusia, yaitu; Emosional, Intelektual, Fisikal, Sosial, dan; Spiritualitas. Dalam kultur

Jepang yang mengutamakan Zen atau keseimbangan, hal ini menjadi sangat penting.

Sebelum konsep 5.0 ini diluncurkan, masyarakat tengah khawatir akibat adanya teknologi tinggi yang

berbasis kecerdasan artifisial, yang digambarkan film sebagai sesuatu yang menakutkan. Kekhawatiran

masyarakat mengenai berkurangnya lapangan pekerjaan dan berkembangnya teknologi robotik pun bisa

sedikit dikurangi.

Seiring dengan ditemukannya berbagai fakta bahwa otak manusia dibuat untuk dapat mampu

menemukan pola, sebab dan akibat, dan mencari Prima Causa yang utama, yaitu Tuhan. Apakah itu

dalam bentuk munculnya disiplin ilmu baru bernama mindfulness , hingga munculnya penegasan dari

Daniel Goleman tentang kebutuhan manusia akan spiritualitas.

ESQ dengan penuh kerendahan hati menyatakan bahwa konsep ini telah lebih dahulu kami sampaikan.

Mengenai perlunya keseimbangan sosial dalam prinsip-prinsip 165. Dimana tercantum 5 langkah

kesuksesan hidup yaitu;

• Mission statement; intellectual quotient

• Character building; spiritual quotient

• Self control; emotional quotient

• Strategic collaboration; social quotient

• Total action; physical quotient

: tanpa label

Skill Tambahan Untuk Siswa SMK

Selasa, 28/04/2015

Data tidak atau belum tersedia.
Data tidak atau belum tersedia.

Jajak Pendapat

Informasi yang disajikan dalam situs ini menurut Anda ?

MUTIARA HADIST

Dari Abu Musa (Abdullah) Bin Qais Al-asy'ary R.a. Berkata: Rasulullah Saw Ditanya Mengenai Orang-orang Yang Berperang Karena Keberanian, Karena Kebangsaan Atau Karena Kedudukan Manakah Diantara Semua Itu Yang Disebut Fisabilillah? Rasulullah Saw Menjawab, "Siapa Yang Berperang Semata-mata Untuk Menegakkan Kalimatullah (agama Allah) Maka Itulah Fisabilillah." Itulah Fisabilillah ..